Ahok Sedang Di Sorot Karena Masalah Perjanjian Premannya

Agen Bola

Liputan6bola , Agen Bola Terpercaya – Ahok sedang disorot dalam hal “preman kesepakatan ‘antara dia dan perusahaan pengembang pemulihan yang ingin memperpanjang pemulihan izin. Partai Ayuntamiento juga menciptakan masalah bagi dirinya.

Agen Bola

Sekarang Ahok merasa pubis mengalihkan perhatian dari masalah asli, yaitu, suap terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang pemulihan Jakarta Utara.

“Sekarang enggak ada lagi cerita Sanusi telah meminta gigitan. NAH Tidak ada lagi cerita proyek menggantikan Taufik. Sekarang mempertanyakan izin saya untuk aturan bisbol,” protes Ahok depan wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/05/2016).

Seperti diketahui, awal kasus yang melibatkan ventilasi pemulihan 3 peristiwa memamerkan. Pada saat itu, Sanusi, yang merupakan anggota dari Dewan Kota KPK ditangkap dalam kasus suap terkait pembahasan dua tagihan pada Ayuntamiento.

Ahok juga mengungkapkan bahwa jumlah kontribusi tambahan hingga 15 persen dari dihapus dan diganti meminta 5 persen oleh Mohamad Taufik sebagai Wakil Presiden Dewan Kota.

Parlemen mengusulkan pengurangan mengambil Ahok dan menanggapi sangat sulit untuk ketentuan sebagai berikut: “! Mad seolah-olah ini bisa korupsi ‘bersama dengan tanggal Ahok awal 8 Maret 2016.

“Lu (Anda) harus ingat tablet, yang merupakan gua (I) berjuang bersama-sama Taufik, yang pengin 15% dihilangkan, kemudian disita Sanusi menduga ada hubungan Barter 15%. Kalau sekarang, pasti dong Parlemen bersikeras aku punya apa-apa untuk barter menolak ini karena tidak ada aturan. Jika tidak ada aturan, menolak, dari semua enggak? Media (opini bisa dibentuk) nilai tukar Sanusi saja membeli mobil yang tepat, “kata Ahok .

Ahok kemudian menjelaskan tentang preman saluran ‘kesepakatan’ sebagai ekspresi dari kebijakannya untuk memperpanjang lisensi dari klaim pengembangan perusahaan. Menurut dia, ‘perjanjian preman’ karena mereka tidak perlu menunggu draf dibahas di Balaikota selesai pada hukum. Akhirnya, meskipun tagihan tidak diikuti oleh pertimbangan Dewan Kota.

“Tidak benar-benar membutuhkan,” kata Ahok.

Anda lihat, sudah ada garis track. Yaitu, Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, sampai dengan perjanjian antara pemerintah kota dengan pemulihan pengembang proyek pada tahun 1997.

“Saya pergi ke ’97 kesepakatan suka sama suka, menurut, untuk memperbaiki revitalisasi banjir di pantai utara, termasuk tanggul,” kata Ahok.

Share This: