Oda Sharif Mengatakan Tim Peneliti Masih Mengembangkan Kasus Dugaan Suap

Agen Bola

Liputan6bola , Agen Bola Terpercaya – Oda Sharif mengatakan tim peneliti masih mengembangkan kasus dugaan suap terkait proyek pemulihan diskusi. KPK diduga aliran dana juga diambil dari pengembang proyek ke sejumlah pihak.

Agen Bola

Hal ini ditegaskan Sharif pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait. manajemen Ahok disinggung kasus sebelumnya suap Sanusi, yang kini terganggu oleh sorotan sehubungan dengan perjanjian itu sendiri dengan perusahaan yang ingin memperpanjang pemulihan izin.

“Ongoing. Semuanya sedang diselidiki, jadi itu pasti besar dan karena itu begitu baik dipelajari,” kata Sharif wartawan di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (25 / 05/2016).

Sharif panggilan penyidik tengah mengumpulkan informasi dan bukti-bukti terkait dengan dugaan aliran dana ke pengembang bagian lain dari Sanusi.

“Kita tidak bisa berharap (pada aliran dana ke Dewan Provinsi / Kota). Tetapi jika ada cukup bukti dan kita bisa membuktikan bahwa ada aliran dana ke mana pun Anda pergi, insya Allah, kita cari. Aku sedang masih tidak berbicara tentang (indikasi), tapi sekarang dia lakukan, “kata syarif.

Dalam hal ini, Komisi telah menetapkan tiga tersangka yaitu M Sanusi, Presiden PT Agung Podomoro Land (PT APL) Direktur Widjaja Ariesman dan Trinanda Prihantoro sebagai asisten pribadi di PT APL.

M Sanusi ditangkap pada Kamis (31/3) atas dugaan menerima suap senilai Rp 2 miliar yang diberikan dalam fase kedua dari APL PT.

Kasus ini menyangkut pembahasan rancangan peraturan pada dua rancangan peraturan zonasi pesisir dan pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang daerah strategis tata ruang wilayah pantai utara dari Plan Jakarta.

penyidik KPK kini juga membenamkan diri dalam proses pembentukan kontribusi tambahan dari 15 persen dari Ahok diminta dalam pengembang kasus. Besarnya kontribusi ini untuk dimasukkan dalam rancangan peraturan dewan Ahok memutuskan bahwa diskusi ditunda.

Ahok membantah kontribusi tambahan yang menyebabkan pemulihan pengembang disebut Kontribusi barter biaya Ahok kesepakatan dibebankan untuk menangani banjir.

dasar kontribusi adalah Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 dan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 1995. Dalam SK tersebut dan regulasi mengacu pada persyaratan dari 5 persen dan kontribusi tambahan untuk mengatasi banjir.

Share This: